Review Novel Rembulan Ungu


Judul   : Rembulan Ungu
Pengarang  : Bondan Nusantara
Editor  : Faiz Ahsoul & Esti Budihabsari
ISBN  : 978-602-8579-69-8
Halaman  : 511 Halaman
Penerbit   : Qanita – PT. Mizan Pustaka

Sinopsis novel:
Rembulan Ungu adalah sebuah cerita tentang percintaan pada sebuah kerajaan mataram yang sangat besar, kaya, hasil bumi melimpah dan rakyatnya makmur ketika dipimpin Sultan Hanyakrakusuma, tetapi semuanya berubah ketika pemerintahan digantikan oleh anaknya Sunan Amangkurat I.
Raja sangat terguncang jiwanya, murka dan kehilangan akal sehat ketika selir tercintanya meninggal. Sampai akhirnya ada seorang wanita yang sangat cantik bernama Oyi gadis keturunan tionghua yang di inginkan oleh Amangkurat I.
Namun Adipati Anom menaruh hati kepada Oyi mengetahui hal tersebut Amangkurat I sangat murka dan menyuruh Adipati Anom untuk membunuh Oyi pada sebuah pesta untuk menunjukan kesetiaan kepada raja.
setelah kematian Oyi, Amangkurat I tertawa, namun tawanya terhenti ketika mengetahui kerajaannya diserang oleh pengikut Pangeran pekik dan Ratu Wandan. Oyi pun dikuburkan di lereng bukit kecil bernama Gunung Kelir, kemudian Panjalu kembali ketanah kelahirannya dilereng Gunung Tidak sebagai orang biasa. 

Kelebihan novel:
-Alur ceritanya lengkap.
-Untuk penyuka fiksi sejarah novel ini sangat recommended.
-Ending novel untuk penyuka love story pas banget karena cerita di novel ini banyak sekali tentang
  percintaannya.
-Penggunaan istilah-istilah bahasa jawa dalam novel tidak menganggu pemahaman pembaca, karena
  tidak menggunakan catatan kaki.

Kekurangan novel:
-Terlalu banyak bab dalam novel tersebut karena ceritanya dibuat pendek dengan judul khusus.
-Adegan setiap tokohnya loncat-loncat.
-Ending novel ambigu.
-Alurnya terlalu cepat dan maju mundur.

  Pendapat cerita dari novel rembulan ungu oleh para penulis:
-Inti dari cerita novel rembulan ungu menyajikan drama kehidupan dan sejarah masa   lampau yang begitu memikat penuh intrik, cinta, kesetiaan dan keharuan.
-Pesan moral yang terkandung di dalam novel sangat relevan untuk direnungkan
  oleh para penguasa pada abad modern. Dengan gaya naratif yang sangat hidup
  kisah rembulan ungu memawa kita keberbagai relung polemik, romantika,
  dan dinamika politik kerajaan mataram
  pada abad ke -16.
-Pada saat yang sama kisah ini mengajak kita merenungkan masa lampau dan
  masa kini, terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan,
  dan kesetaraan.

Kesulitan saat membaca novel rembulan ungu:
-Terdapat bahasa-bahasa yang kurang dimengerti terutama penggunaan jabatan di
 kerajaan Mataram.
-Di setiap alur cerita terdapat tokoh - tokoh baru yang berdatangan.
-Di novel tersebut banyak cerita yang tidak ada/tidak jelas akhirnya.
-Keterbatasan waktu dikarenakan tugas kuliah yang lain.
-Sulitnya mencari referensi tentang buku yang dibaca.

TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar