Soal Kasus PRT

Diskusi Kelompok


Pencegahan pada kasus penindasan/diskriminasi terhadap asisten rumah tangga:

Sikap ART pada majikan:
Santun bertanggung jawab, namun penuh perhitungan dan tegas. Itulah sikap yang mesti ditunjukkan sejak pertama kali bertemu dengan majikan.
Nah, setelah itu, kita coba untuk memutar otak untuk mengambil hati majikan. Terutama, majikan perempuan. Karena, majikan perempuanlah yang bertanggung jawab terhadap urusan rumah tangga. Mengambil hati, bukan berarti menjadi penjilat.
Contohnya, pada saat majikan perempuan berulang tahun, PRT membeli seikat bunga dan memberikannya. Sang majikan tentu saja sangat senang, dan terkejut. Mengambilkan segelas air untuk majikan yang baru pulang kerja, juga bisa membuatkan masakan kesukaannya, dan lain-lain.
Setelah kita berhasil mengambil hati majikan, maka langkah selanjutnya adalah kita bekerja secara profesional. Bekerja secara profesional di sini dalam arti, kita harus memiliki keterampilan, dan pengetahuan yang mencukupi mengenai seluk-beluk pekerjaan yang kita jalankan.
Rasa tanggung jawab dan kesungguhan hati sangat diperlukan, agar hasil yang dikerjakan bisa mencapai hasil yang maksimal. Inisiatif juga diperlukan, sehingga tak perlu menunggu perintah.

Sikap majikan terhadap ART:

Dianggap sebagai keluarga
Kendati memang hubungan bisnis yang profesional, bukan berarti Anda menjaga jarak dengan ART. Jadikan asisten rumah tangga Anda sebagai keluarga, yang tidak dibeda-bedakan. Perlakuan ini bisa menumbuhkan loyalitas pada ART Anda.

Bersikap santun
Profesi asisten rumah tangga bukanlah profesi yang rendahan. Jadi, bersikaplah santun terhadap mereka. Mulai dari segala perkataan, hingga perlakukan. Anda boleh tegas, namun jangan marah.
Usahakan menegur dengan cara yang bijak dan hindari mengeluarkan verbal (ucapan) yang menyakitkan.

Kasih imbalan yang sesuai, kalau perlu ada bonus kinerja
Karena hubungan Anda dan asisten rumah tangga merupakan hubungan bisnis, sudah selayaknya harus bersifat profesional. Sama saja dengan Anda yang bekerja.
Dengan kata lain, berikan bonus atas kinerja, hari libur, serta jatah cuti yang proporsional. Bonus tidak selalu berupa uang, tetapi bisa juga dengan rekreasi, pakaian, pendidikan, dan lain-lain.
Sampaikan ini pada perjanjian awal, sebagai bentuk komitmen yang membangkitkan semangat kerja sang asisten rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar